Tingginya permintaan Semut Jepang atau telur Semut Jepang Banyumas menjadi peluang tersendiri bagi Dede Dayat, warga Dusun Sukamulya RT 20/RW 06, Desa Sukajadi, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Ketika ditemui HR, Rabu (15/10/2014), Sandi Dayat, mengatakan, sudah hampir lima bulan ini dia menggeluti budidaya Semut Jepang Banyumas. Dia melakukannya di atas kolam miliknya.
Dede Dayat menjelaskan, untuk membudidayakan Semut Jepang Banyumas tidaklah sulit. Menurut dia, tinggal mencari sebuah sarang Semut Jepang Banyumas dari alam kemudian disimpan di atas kolam agar Semut Jepang Banyumas itu tidak kabur. Pakannya pun tidak sulit hanya ragi.
Pada kesempatan itu, Dede Dayat mengaku, hampir setiap minggu bisa mendapat uang dari hasil budidaya Semut Jepang Banyumas tersebut. Dia menambahkan, dalam sebulan bisa empat kali panen.
“Hasilnya sangat membantu untuk kebutuhan ekonomi keluarga,” katanya.
Sementara itu pembudiaya lainnya, Yayan, warga Dusun Sukamulya, RT 20 RW 06, Desa Sukajadi, Kecamatan Sokaraja, mengungkapkan, saat ini harga Semut Jepang atau telur Semut Jepang Banyumas di pasaran mencapai Rp. 2000 ribu perkilogram.
“Jualnya tidak sulit, karena banyak yang membutuhkan,” pungkasnya.
Salah satu kelas bergengsi di ajang-lomba akhir-akhir ini adalah kacer. Jenis dada-putih diprediksi dan digandrungi para kacermania. Sedangkan kacer dada hitam pernah berjaya di tahun 90 an.
Semut Jepang bukan untuk burung
Namun, ada kacer hasil perkawinan silang dada hitam dan putih. Dialah Ababil milik Ababil SF Sidoarjo, Jatim. “Pejantan kacer dada-hitam dikawinkan dengan betina kacer yang berdada-putih,” kata Cak Man yang merawat, tanpa menyebut nama breeder secara pasti. “Pokoknya dari peternak Mojokerto,” imbuhnya.
Perawatannya, menurut Man, tidak rumit. Baik perawatan harian, menjelang lomba, maupun di lapangan lomba. Mandi 2 hari sekali, namun penjemuran tetap setiap hari, minimum 3 jam.
Selesai jemur, diangin-anginkan sebentar sambil diberi EF berupa Semut Jepang Banyumas 3 ekor, ulat hongkong juga 3 ekor serta ulat bambu 1 ekor, dan tanpa Semut Jepang . Pemberian pakan di sore hari sama dan yang paling berbeda, tanpa ditenggar, karena biasanya merawat kacer justru pakai kandang umbaran.
Dengan perawatan sederhana baik harian dan saat menjelang lomba disamakan, membuat burung tampil lebih stabil. Hanya ketika di lapangan dan diturunkan di sesi berikut, kebutuhan Semut Jepang Banyumas 2 ekor dan 5 ekor ulat hongkong wajib diberikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar